EXPEDITION G.BAWAKARAENG
Desa Buluballea jl.Vetran Kab.Gowa Sul-Sel
Gunung Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya
Mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai
Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.
Pada tanggal-8-3-2013 pukul : 14:00 saya berdua bersama sahabat berangkat dari rumah menuju desa.Bulu'ballea,kami tiba pukul : 18: 20 ,kami pun bermalam di rumah keluarga dan hari esok kami melanjutkan pendakian menuju puncak g.bawakaraeng,
Pagi telah tiba aku liat cuaca tak bersahabat,tetapi semangatku tak menurung untuk melanjutkan perjalanku, pukul : 9:30 kami berangkat dari desa,Buluballea,sepanjam jalan kami di hantam badai dan curah hujan yang sangat deras,embun yang sangat pekat dengan jarak pandang hanya -+ 10 M.beberapa jam kemudia kami tiba di pos 8 pukul 17:30 dan kami putuskan untuk bendirikan tenda hingga nginap kami pun lanjutkan perjalanan esokan harinya,situasi amat buruk kami menggigil badai tak henti-hentinya menghantam kami,pagipun tiba dengan hujan kabut pekat,selesai sarapan pukul 09:05 kamipun melanjutkan perjalanan menuju puncak g.bawakaraeng meskipun semalam tak mendapatkan istirahatb yang baik karena lembabnya air memasuki tenda kami,Pukul :11:10 kami sampai di puncak teregulasi dengan ketinggian 2.830 mdpl lelah sejenak terbayar meskipun badai selalu menemani kami, pukul :12:05 kamipun turun berangkat untuk pulang karena kondisi kami sudah basah dan mulai tahan tubuh berkurang karena mengigil, pukul : 18:05 kami tibah di desa,Lembanna dan alhamdulillah kami pulang dengan selamat...
kami berutang budi bersama saudara dari mahasiswa UNHAS karena banyak membantu rekan saya yang sudah keritis dengan keadaan mengigil dan trebel, terimakasih kawan....salam lestari
dibawah ini foto pos 1 sampai pos 9
Pagi telah tiba aku liat cuaca tak bersahabat,tetapi semangatku tak menurung untuk melanjutkan perjalanku, pukul : 9:30 kami berangkat dari desa,Buluballea,sepanjam jalan kami di hantam badai dan curah hujan yang sangat deras,embun yang sangat pekat dengan jarak pandang hanya -+ 10 M.beberapa jam kemudia kami tiba di pos 8 pukul 17:30 dan kami putuskan untuk bendirikan tenda hingga nginap kami pun lanjutkan perjalanan esokan harinya,situasi amat buruk kami menggigil badai tak henti-hentinya menghantam kami,pagipun tiba dengan hujan kabut pekat,selesai sarapan pukul 09:05 kamipun melanjutkan perjalanan menuju puncak g.bawakaraeng meskipun semalam tak mendapatkan istirahatb yang baik karena lembabnya air memasuki tenda kami,Pukul :11:10 kami sampai di puncak teregulasi dengan ketinggian 2.830 mdpl lelah sejenak terbayar meskipun badai selalu menemani kami, pukul :12:05 kamipun turun berangkat untuk pulang karena kondisi kami sudah basah dan mulai tahan tubuh berkurang karena mengigil, pukul : 18:05 kami tibah di desa,Lembanna dan alhamdulillah kami pulang dengan selamat...
kami berutang budi bersama saudara dari mahasiswa UNHAS karena banyak membantu rekan saya yang sudah keritis dengan keadaan mengigil dan trebel, terimakasih kawan....salam lestari
dibawah ini foto pos 1 sampai pos 9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar