Senin, 17 Desember 2012

GUNUNG BULU'SARAUNG


GUNUNG BULU’SARAUNG
Pendakian Puncak  Gunung Bulu’Saraung  terletak di Desa.tompo’Bulu

Part 1 sampai Part 7

Photo pada Tgl.15-Sep-2012
Perjalana menuju pendakian Gunung  Bulu’saraung,saat berada di Kab.Maros,dan mengendarai motor kita harus menuju ke Kab.Pankep dan lanjut ke Kec.Balocci dan Desa,Tompo’Bulu
Perjalanan dari Kab.Maros ke Desa.Tompo’Bulu memakan waktu kira-kira 1 jam :30 menit,sebelum kita melakukan pendakian’kita melapor (izin) di Rumah Pak Desa,dan mengisi data pengunjung yang telah diberikan,
Para Pendaki agar dapat membayar Rp.3000/orang


JALUR PENDAKIAN

Pos I
 
Saat mulai pendakian ke Puncak Gunung Bulu’saraung. Pertama-tama perjalanan dari Rumah Pak,Desa menuju Ke Pos I ,memakan waktu rata-rata 15 menit,kita melewati sungai kecil dan melewati perkebunan masyarakat setempat,dan tanjakan dengan kemiringan 40̊̊ - 80̊  jangan lupa berisalam untuk para penunggu setempat’agar kita dapat diketahui bahwa kedatangan kita tidak mengganggu dan merusak tempat tinggal mereka’tanjakan pertama ini kami sarankan jangan terlalu terburu-buruh agar tidak trebel’awal tanjakan ini menuju pos 1’harus berhati-hari agar tidak mendapatkan bahaya’karena jika sampai ngos-ngosan bias mengakibatkan turun semangat,putus asa,kita harus juga mengetahui tanda-tanda medan’ 

Pos II
            Lanjut perjalanan menuju Pos II,lumayan datar dan perjalanan mulai padat,dan pohon pinus memuat prasaan takut dengan sekelilingku,lama kemudian tanjakan semakin menantang hingga kemiringan 50̊-80̊ , singkat cerita akhirnya kita sampai di Pos II’dengan di tandai pohon pinus dan tidak di sarankan tuk mendirikan tenda karena tidak datar’
Pos III
Prnafasan mulai agak sempit dan lanjutperjalananmenuju Pos III,-+ 100m perjalanan dari Pos II ‘terdapat aliran sungai kecil’kita dapat mengisi botol minuman kita’dan persipkan secukup mungkin karena tidak terdapat lagi mata air sampai ke pos VIII. Lanjut perjalanan mulai lagi tanjakan dengan kemiringan 70̊-87̊ dengan berpegangan di akar pohon  dengan pandai memilih berpegangan yang masih kuat.hingga aku pun sampai di pos III dan istirahat sejenak’Pos III ini termasuk angker ‘baru saja kita liat Pos ini kita dapat merasakan yang aneh’
Pos IV
Aku pun dan sahabat-sahabat alam melanjutkan perjalanan menuju Pos IV,perjalanan ini mulai  mendatar dan suasana sejuk dengan angin dari barat tetapi waspa banyak bebatuan nanti kaki tersungkur berakibat jatuh’mulai tanjakan dengan kemiringan 40̊-65̊ perjalanan ini lumayan bersahabat’pos-per-pos sudah kita lalui dan tak terasa kami pun sampai di Pos IV dan istirahat sejenak dan bias mendirikan tenda dengan muat 4-5 tenda’merasakan kesejukan angin yang dari barat,
Pos V
Selesai istirahat kami pun lanjut perjalanan ke Pos V,dan perjalanan ini kita bias berjalan santai,secara perlahan lelah hilang dan membangkitkan semangat,kita lalui pinggiran gunuung awas nanti terpleset’dan memulai tanjakan dengan kemiringan 40̊-60̊ sepanjang -+ 10m.perjalanan tinggal 50m untuk sampai ke Pos V terdapat penurunan .hingga samapi di Pos V dengan di tandai Pos yang roboh dengan posisi sebelah kanan dari jalur yang kita tempuh,
Pos VI
Kamipun lanjutkan perjalanan menuju Pos VI dan lumayan mendatar -+100m perjalanan tanjakan menanti di depan kita untuk kita melaluinya dengan tanjakan kemiringan 60̊-80̊ dan berpegangan di akar pohon ‘jangan lupa berpegangan di akar pohon yang masih kuat dan hidup,singkat cerita lama kemudian kamipun sampai di pos 6 dengan di tandai pohon besar dengan posisi sebelah kanan dan tidak bias mendirikan tenda tak dapat pula air kecuali hujan
Pos VII
Lanjut perjalanan yang masih tanjakan 60̊-70̊ dengan akar pohon besar sepanjang -+30m.perjalanan penurunan telah tiba dan pepohonan padat dan kita waspadai juga nanti digigit Pacet jika musim hujan.selesai penurunan lanjut tanjakan dengan kemiringan 50̊-80̊ singkat cerita kami pun sampai di Pos VII dengan ditandai pohon besar dengan tertempel nomor angka 7 bisa mendirikan tenda tetapi tak di temukan mata air.
Pos VIII
Lanjut perjalanan menuju Pos VIII dengan penurunan cukup terjal dan waspada batu nanti kaki tersungkur bias mengakibatkan cedar dan bebatuan tersebut licin karena di tutupi lumut,tanjakan kita akan lalui dan tarik pernafasan kita lanjutkan dengan kemiringan 30̊-70̊ singkat cerita kamipun sampai di Pos VIII dengan di tandai Towe yang di dirikan pada thn 2011 nama dinamakan oleh masyarakat setempat yaitu mata angin,kita harus mengwaspadai nanti jatuh Karen sudah ada yang menjadi korban saat berfoto,dengan jurang  ketinggian -+1500m dpl. Kita bias melihat pemandangan yang indah.
Pos VIIII
Lanjut perjalanan ke Pos VIIII,dengan jalur lumayan datar  tetapi di penuhi kepadatan alam dan waspadai Pacet.perjalanan ini sudah tak jauh lagi jarak tempuh rata-rata dari pos VIII ke Pos VIIII memakan waktu 15 menit.perjalanan ini sudah legah dan tak ada lagi tantangan samapai pos VIIII,singkat cerita waktu yang telah berlalu kami pun sampai di Pos VIIII tempat istirahat untuk mengisi perut dengan di tandai pos sebelah kanan’tapi lokasih ini lumayan luar bias menampung tenda -+70 tenda’jika ingin mengambil air ikuti arah pada yang tertempel di pohon sejauh -+ 100m dari Pos VIIII.untuk melanjutkan perjalanan ke Puncak kita lanjut hari esok karena malam telah tiba.
 
Menuju Puncak Bulu’saraung
Esokan harinya selesai sarapan kita lanjut perjalanan menuju puncak,jalur yang di tempuh sangan terjal dan penuh tantangan,tanjakan yang akan kami lalui dengan kemiringan 50̊-89̊ disinilah tantangan yang menegangkan  -+ 250m dari pos VIIII,setengah perjalanan kita tak terdap lagi pohon-pohon yang mungkin kita bias pegan,meskipun itu tak ada rumpul pun jadi untuk menghindari jatuh,dan awan ada batu dan itu terdengan suara teman yang ada di atas kita pun harus mewaspadai nanti di kena batu,lama kemudian pun sampailah kami di puncak gunung Bulu’saraung’rasa lelah menjadi legah,dengan pemandangan indah melihat deretan gunung di kab.maros dan Kab.pankep. kita pun melihat deretan Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang di Kab.Gowa di selatan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar