GUNUNG BULU’SARAUNG
Pendakian
Puncak Gunung Bulu’Saraung terletak di Desa.tompo’Bulu
Part 1 sampai Part 7
Photo pada Tgl.15-Sep-2012
Perjalana
menuju pendakian Gunung
Bulu’saraung,saat berada di Kab.Maros,dan mengendarai motor kita harus
menuju ke Kab.Pankep dan lanjut ke Kec.Balocci dan Desa,Tompo’Bulu
Perjalanan
dari Kab.Maros ke Desa.Tompo’Bulu memakan waktu kira-kira 1 jam :30
menit,sebelum kita melakukan pendakian’kita melapor (izin) di Rumah Pak
Desa,dan mengisi data pengunjung yang telah diberikan,
Para Pendaki agar dapat membayar Rp.3000/orang
JALUR PENDAKIAN
Pos I
Saat
mulai pendakian ke Puncak Gunung Bulu’saraung. Pertama-tama perjalanan dari
Rumah Pak,Desa menuju Ke Pos I ,memakan waktu rata-rata 15 menit,kita melewati sungai
kecil dan melewati perkebunan masyarakat setempat,dan tanjakan dengan
kemiringan 40̊̊ - 80̊ jangan lupa
berisalam untuk para penunggu setempat’agar kita dapat diketahui bahwa
kedatangan kita tidak mengganggu dan merusak tempat tinggal mereka’tanjakan
pertama ini kami sarankan jangan terlalu terburu-buruh agar tidak trebel’awal
tanjakan ini menuju pos 1’harus berhati-hari agar tidak mendapatkan
bahaya’karena jika sampai ngos-ngosan bias mengakibatkan turun semangat,putus
asa,kita harus juga mengetahui tanda-tanda medan’

Pos II
Lanjut perjalanan menuju Pos II,lumayan
datar dan perjalanan mulai padat,dan pohon pinus memuat prasaan takut dengan
sekelilingku,lama kemudian tanjakan semakin menantang hingga kemiringan 50̊-80̊
, singkat cerita akhirnya kita sampai di Pos II’dengan di tandai pohon pinus
dan tidak di sarankan tuk mendirikan tenda karena tidak datar’
Pos
III
Prnafasan
mulai agak sempit dan lanjutperjalananmenuju Pos III,-+ 100m perjalanan dari
Pos II ‘terdapat aliran sungai kecil’kita dapat mengisi botol minuman kita’dan
persipkan secukup mungkin karena tidak terdapat lagi mata air sampai ke pos
VIII. Lanjut perjalanan mulai lagi tanjakan dengan kemiringan 70̊-87̊ dengan
berpegangan di akar pohon dengan pandai
memilih berpegangan yang masih kuat.hingga aku pun sampai di pos III dan
istirahat sejenak’Pos III ini termasuk angker ‘baru saja kita liat Pos ini kita
dapat merasakan yang aneh’
Pos IV
Aku
pun dan sahabat-sahabat alam melanjutkan perjalanan menuju Pos IV,perjalanan
ini mulai mendatar dan suasana sejuk dengan
angin dari barat tetapi waspa banyak bebatuan nanti kaki tersungkur berakibat
jatuh’mulai tanjakan dengan kemiringan 40̊-65̊ perjalanan ini lumayan
bersahabat’pos-per-pos sudah kita lalui dan tak terasa kami pun sampai di Pos
IV dan istirahat sejenak dan bias mendirikan tenda dengan muat 4-5
tenda’merasakan kesejukan angin yang dari barat,
Pos V
Selesai
istirahat kami pun lanjut perjalanan ke Pos V,dan perjalanan ini kita bias
berjalan santai,secara perlahan lelah hilang dan membangkitkan semangat,kita
lalui pinggiran gunuung awas nanti terpleset’dan memulai tanjakan dengan
kemiringan 40̊-60̊ sepanjang -+ 10m.perjalanan tinggal 50m untuk sampai ke Pos
V terdapat penurunan .hingga samapi di Pos V dengan di tandai Pos yang roboh
dengan posisi sebelah kanan dari jalur yang kita tempuh,
Pos VI
Kamipun lanjutkan perjalanan menuju Pos VI dan
lumayan mendatar -+100m perjalanan tanjakan menanti di depan kita untuk kita
melaluinya dengan tanjakan kemiringan 60̊-80̊ dan berpegangan di akar pohon
‘jangan lupa berpegangan di akar pohon yang masih kuat dan hidup,singkat cerita
lama kemudian kamipun sampai di pos 6 dengan di tandai pohon besar dengan
posisi sebelah kanan dan tidak bias mendirikan tenda tak dapat pula air kecuali
hujan
Pos VII
Lanjut
perjalanan yang masih tanjakan 60̊-70̊ dengan akar pohon besar sepanjang
-+30m.perjalanan penurunan telah tiba dan pepohonan padat dan kita waspadai
juga nanti digigit Pacet jika musim hujan.selesai penurunan lanjut tanjakan
dengan kemiringan 50̊-80̊ singkat cerita kami pun sampai di Pos VII dengan
ditandai pohon besar dengan tertempel nomor angka 7 bisa mendirikan tenda
tetapi tak di temukan mata air.
Pos VIII
Lanjut
perjalanan menuju Pos VIII dengan penurunan cukup terjal dan waspada batu nanti
kaki tersungkur bias mengakibatkan cedar dan bebatuan tersebut licin karena di
tutupi lumut,tanjakan kita akan lalui dan tarik pernafasan kita lanjutkan
dengan kemiringan 30̊-70̊ singkat cerita kamipun sampai di Pos VIII dengan di
tandai Towe yang di dirikan pada thn 2011 nama dinamakan oleh masyarakat
setempat yaitu mata angin,kita harus mengwaspadai nanti jatuh Karen sudah ada
yang menjadi korban saat berfoto,dengan jurang
ketinggian -+1500m dpl. Kita bias melihat pemandangan yang indah.
Pos VIIII
Lanjut
perjalanan ke Pos VIIII,dengan jalur lumayan datar tetapi di penuhi kepadatan alam dan waspadai
Pacet.perjalanan ini sudah tak jauh lagi jarak tempuh rata-rata dari pos VIII
ke Pos VIIII memakan waktu 15 menit.perjalanan ini sudah legah dan tak ada lagi
tantangan samapai pos VIIII,singkat cerita waktu yang telah berlalu kami pun
sampai di Pos VIIII tempat istirahat untuk mengisi perut dengan di tandai pos
sebelah kanan’tapi lokasih ini lumayan luar bias menampung tenda -+70
tenda’jika ingin mengambil air ikuti arah pada yang tertempel di pohon sejauh
-+ 100m dari Pos VIIII.untuk melanjutkan perjalanan ke Puncak kita lanjut hari
esok karena malam telah tiba.
Menuju Puncak Bulu’saraung
Esokan harinya
selesai sarapan kita lanjut perjalanan menuju puncak,jalur yang di tempuh
sangan terjal dan penuh tantangan,tanjakan yang akan kami lalui dengan
kemiringan 50̊-89̊ disinilah tantangan yang menegangkan -+ 250m dari pos VIIII,setengah perjalanan
kita tak terdap lagi pohon-pohon yang mungkin kita bias pegan,meskipun itu tak
ada rumpul pun jadi untuk menghindari jatuh,dan awan ada batu dan itu terdengan
suara teman yang ada di atas kita pun harus mewaspadai nanti di kena batu,lama
kemudian pun sampailah kami di puncak gunung Bulu’saraung’rasa lelah menjadi
legah,dengan pemandangan indah melihat deretan gunung di kab.maros dan
Kab.pankep. kita pun melihat deretan Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang
di Kab.Gowa di selatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar