Di NAMAKAN PUNCAK JAYA
PAPUA-INDONESIA
PAPUA-INDONESIA
Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari
Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya
mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz,
satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan
lenyap akibat pemanasan global.Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan
merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari
tujuh puncak dunia.
Ingin
mendaki Jayawijaya, puncak tertinggi di Indonesia yang berada di wilayah Papua
Indonesia? Ada sejumlah perusahaan yang khusus melayani pendakian ke
Jayawijaya. Biasanya, pendaki berkumpul di Bali dan terbang ke Timika, Papua,
dan kemudian ke Nabire. Nabire adalah kota paling dekat dengan rute
pendakian.
Pendaki
juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi suku Dani di Lembah Baliem
dalam perjalanan pulang. Perjalanan dengan operator wisata berpengalaman atau
dengan pemandu sangat dianjurkan.
Beberapa Penerbangan Indonesia memiliki jalur penerbangan dari Jakarta atau Denpasar Bali menuju Papua, biasanya mereka transit di Makassar sebelum menuju ke Sorong, Timika atau Biak dan sampai di Jayapura.
Rute pendakian dibuka oleh penjelajah Indonesia telah dianggap sebagai rute paling aman, dimulai di desa - desa Ilaga, Boega, Hoya, Tsinga, dan beberapa desa lain yang melindunginya. Karena area pertambangan Freeport berada di zona gunung ini, membuat lebih sulit untuk mencapai puncaknya. Namun, rute ini, dikenal sebagai rute Sugapa - Suanggama, bekas pertambangan yang baik untuk dilalui oleh pejalan kaki dan pendaki.
Beberapa Penerbangan Indonesia memiliki jalur penerbangan dari Jakarta atau Denpasar Bali menuju Papua, biasanya mereka transit di Makassar sebelum menuju ke Sorong, Timika atau Biak dan sampai di Jayapura.
Rute pendakian dibuka oleh penjelajah Indonesia telah dianggap sebagai rute paling aman, dimulai di desa - desa Ilaga, Boega, Hoya, Tsinga, dan beberapa desa lain yang melindunginya. Karena area pertambangan Freeport berada di zona gunung ini, membuat lebih sulit untuk mencapai puncaknya. Namun, rute ini, dikenal sebagai rute Sugapa - Suanggama, bekas pertambangan yang baik untuk dilalui oleh pejalan kaki dan pendaki.
Mengambil rute tradisional
ini, pejalan kaki atau pendaki akan menghabiskan 22 hari di kaki gunung yang
indah, berinteraksi dengan penduduk setempat, menikmati pemandangan indah,
merasakan jalan berlumpur dan rawa, melintasi jembatan kayu, akhirnya
mencapai akhir yang mendebarkan.
TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUGI BLOG INI....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar